Para Warga Sekitar Sungai Brantas Terancam Dengan temuan Ikan Predator Yang Berasal Dari Amerika

Nanostringsprint.com – Hingga saat sudah ada lebih dari dua ekor ikan dengan jenis Arapaima gigas ‘mengepung’ Sungai Brantas, Jawa Timur. Ikan yang dikenal sebagai ikan jenis predator tersebut ditemukan dengan ukuran sekitar 1,5 meter sempat membuat masyarakat sekitar sungai heboh.

Tidak hanya membuat warga sekitar heboh, temuan ikan jenis predator tersebut juga di viralkan di media sosial. Sebuah akun facebook dengan nama profil Riska Darmawanti memposting foto ikan predator yang berhasil ditangkap oleh warga.

Terlihat dalam postingan Riska Darmawanti yakni ikan dengan warna hitam berukuran sangat besar dan merupakan jenis ikan yang dapat memakan ikan lain di habitat sungai tersebut.

“Sodara-sodara yg hobi ikan eksotis. Sebelum membeli cek dulu jenis ikannya biar Gak kaget kalau ikan makin lama makin besar. Kalau bosan, goreng saja jangan dilepas. Jadilah pemilik yg bertanggung jawab!!Hari ini kami mendapatkan laporan ditangkapnya 2 ikan arapaima gigas ukuran kurang lebih 1.5 m berat 23-25 kg di sungai Brantas. Ikan invasif yg memakan ikan dan burung air, tidak punya predator menghabiskan ikan endemik,” tulis Riska, Selasa (26/6/2018).

Tim BKSDA serta Non-governmental Organization Ecological Observation and Wetland Conservation (NGO Ecoton) dikerahkan untuk mencari ikan dan melakukan edukasi.

“Itu spesies invasif dan bukan ikan asli (Sungai Brantas). Dia makan ikan dan burung. Karena jumlahnya yang banyak dan dilepas di sungai. Beratnya berkisar 20-40 kilogram,” kata Riska.

Sementara itu, Kepala Seksi Konservasi Wilayah III BKSDA Jawa Timur, Dodit Ariguntoro mengatakan pada hari ini sudah menemukan lebih dari tiga ekor ikan Arapaima gigas di Sungai Brantas.

“Tadi pagi kita meluncur dari Surabaya dan bergabung dengan teman-teman dari Ecoton. Hari ini sudah ketemu ada 3. Sekitar lebih dari 7 totalnya yang sudah ditemukan,” kata Dodit.

Pihak BKSDA Jatim bekerja sama dengan kepala desa setempat untuk melakukan edukasi terhadap masyarakat. Dodit mengatakan ikan tersebut aman untuk dikonsumsi masyarakat sebagaimana seperti di negara asalnya.

“Ikan Arapaima gigas secara ekologis jenis ikan predator dan ditakutkan menggangu jenis ikan asli Indonesia. Kebanyakan warga tidak sadar apa yang harus dilakukan apalagi mereka juga tahu kalau ikan ini akan mengancam pendapatan mereka,” ujarnya.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *