Oknum Guru OR Di Purworejo Dilaporkan Lantaran Tindakan Bejadnya

Nanostringsprint.com- Salah satu guru Olah Raga yang berdinas di Kabupaten Purworejo terpaksa harus diamankan oleh pihak kepolisian. Pria yang merupakan guru di salah satu sekolah dasar di Purworejo tersebut telah dilaporkan oleh para orang tua korban yang mengaku jika anaknya telah dicabuli olehnya.

Oknum guru olah raga tersebut diduga telah melakukan sebuah tindakan bejatnya terhadap empat sisiwinya. Salah satu orang tua korban mengaku jika pihaknya telah melaporkan tersangka kepihak kepolisian. Wali Murid tersebut melaporkan aksi bejadnya setelah mendapatkan sebuah laporan dari sang buah hati tentang apa yang sudah dialaminya.

“Ya ini sekalian melengkapi barang bukti yang diminta polisi, tadi bawa pakaian olah raga anak saya. Saya lapor terkait dengan kasus yang menimpa anak saya,” kata ayah korban di Mapolres Purworejo, Selasa (20/3/2018).

Pihaknya menuturkan jika tidak hanya anaknya saja, masih ada tiga siswi yang lainnya yang menjadi korban yang dilakukan tersangka setahun silam. Akan tetapinkasus tersebut baru terbongkar pada Februari 2018 ini. Tindakan cabul yang dilakukan terhadap 4 siswi tersebut dilakukan oleh oknum guru bersangkutan ketika jam pelajaran olah raga dan ekstra kurikuler.

“Anak saya bilang telah dipegangi pada bagian tubuh terlarang, bahkan dipangku kemudian digesek-gesekkan ke bagian intim oknum guru tersebut. Ada juga teman lainnya yang sampai diciumi bahkan hingga cium bibir dan lain-lain,” lanjutnya.

Para orang tua siswi yang menjadi korban sangan berharap kepada pihak kepolisian agar dapat segera merampungkan kasus tersebut. Jika terbukti secara hukum, orang tua siswi juga menginginkan oknum guru yang bersangkutan segera diberhentikan sebagai pengajar.

Kasat Reskrim Polres Purworejo, AKP Kholid Mawardi mengungkapkan bahwa kasus tersebut kini sedang ditangani oleh penyidik. Jika nanti terbukti melakukan tindakan pencabulan maka oknum guru itu akan dikenai Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang perlindungan anak dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara.

“Laporannya sudah ada dan kasusnya sekarang baru dalam tahap penyidikan, nanti kita kumpulkan dulu keterangan saksi atau korban maupun barang bukti,” ungkapnya.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *