Dua Kereta Api Jurusan Gubeng Berhenti Setelah Tabrak Batu Besar Di Kawasan Cirebon

Nanostringsprint.com – Dua bocah yang berinisial BP (14) dan DA (15) merupakan bocah yang saat ini masih berstatus sebagai pelajar di Kota Cirebon tersebut hampir saja mencelakai ribuan penumpang kereta api Singasari relasi Madiun-Pasar Senen dan kereta api Jayakarta relasi Pasar Senen-Surabaya Gubeng.

Jadwal perjalanan kedua kereta tersebut sempat terhenti ketika sampai di km 224+7/8 antara Stasiun Prujukan-Stasiun Luwung, tepatnya di Desa Banjarwangunan, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Hal tersebut terjadi lantaran kedua bocah tersebut dengan sengaja memasang batu dan kayu berukuran besar di perlintasan.

Kedua kereta api tersebut memang sempat berhenti sementara waktu, setelah merasa telah menabrak kayu dan juga batu yang lumayan berukuran besar tersebut. Manager Humas PT KAI Daop 3 Cirebon Krisbiyantoro mengatakan kejadian yang menganggu perjalanan kereta api itu terjadi sekitar pukul 16.24 WIB.

“Kereta api sempat berhenti luar biasa (BLB) di kilometer tengah untuk mengecek kondisi rangkaian. Hasilnya aman,” kata Kris, Kamis (15/3/2018) sore

Pihaknya juga menuturkan setelah mendapatkan laporan tersebut, petugas PAM langsung mendatangai lokasi kejadian dengan cara menyisir areal perlintasan kereta api.

“Kita sisir, akhirnya kita temukan dua orang anak yang sedang duduk-duduk di sekitar rel, mereka masih mengenakan seregam sekolah,” kata Kris.

Kedua bocah tersebut mengaku telah memasang batu dan kayu di perlintasan kereta api kepada petugas PAM. Namun ketika akan diamankan, kedua pelaku justru kabur melarikan diri.

“Pelaku mengakui perbuatannya. Kita amankan dan kita serahkan ke pihak kepolisian dengan membawa barang bukti,” katanya.

Kris juga mengimbau kepada masyarakat untuk tidak melakukan hal yang membahayakan nyawa banyak orang, seperti yang dilakukan dua pelajar itu. “Kita harapkan kejadian serupa tidak terulang lagi. Karena, disamping mengancam keselamatan penumpang, juga merusak aset negara,” katanya.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *