Anggota DPRD Pengandaran Usaha BBm Tanpa Ijin

Nanostringsprint.com – Seorang anggota DPRD yang berdinas di Kabupaten Pangandaran selain bekerja di pemerintahan juga sambil menjalankan bisnisnya di bidang pertamina. Dengan membuka dan juga menjalankan bisnis BBM yang sudah berjalan sekitar lima tahun lalu ternyata baru diketahui bisnisnya tersebut berstatus ilegal.

“Yang bersangkutan sudah 5 tahun melakukan bisnisnya ini,” ucap Kapolda Jabar Irjen Agung Budi Maryoto di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Jabar, Senin (16/10/2017).

Anggota DPRD yang berinisial JL (53), memasok BBM kepada distriubutor di Jakarta. BBm tersebut kemudian diantarkan dengan menggunakan mobil tangki yang merupakan milik salah satu rekanan Pertamina berkapasitas 16.000 liter.

“Dalam mobil tersebut, berisi 8.000 liter Mogas 90 dan 8.000 liter Mogas 92,” katanya.

BBM yang pelaku pesan kemudian langsung diantarkan di rumahnya yang berada di Dusun Patrol Kecamatan Cimerak, Kabupaten Pangandaran. BBM tersebut sengaja disimpan oleh pelaku dibelakang rumahnya sendiri.

“BBM tersebut kemudian dijual kembali ke SPBU mini di Pangandaran. Dia menjual menggunakan mobil pikap,” tuturnya.

Pelaku menjual BBm tersebut dengan cara memalsukan merek jenis BBM. Mogas 90 disampaikan Pertalite sementara Mogas 92 disampaikan Pertamax.

“Jadi bisa disebut ini pemalsuan merek. Mogas 90 dijadikan Pertalite dan Mogas 92 dijadikan Pertamax,” tandasnya.

Petugas dari Ditreskrimsus Polda Jabar sendiri telah memeriksa kediaman JI yang dijadikan tempat penyimpanan BBM tersebut. Dari hasil pemeriksaan terbukti aktivitas yang dilakukan JI tidak berizin.

“Pertama aspek pengangkutan ada larangannya, lalu juga tidak boleh menimbun BBM. Kemudian tidak boleh menjual secara bebas tanpa izin, apalagi ini yang dijual Mogas tapi disebutkan Pertalite dan Pertamax,” kata dia.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *