Musim Hujan Tiba, Warga Paseh Was-Was Tanggul Jebol

Nanostringsprint.com – Para warga Paseh Kabupaten Bandung, Jawa Barat mulai merasa was-was ketika musim penghujan datang. Keresahan tersebut ditambah lagi dengan keadaan tanggul Sungai Tarikolot yang sudah jebol yang hingga kini belum juga dilakukan perbaiki oleh Pemkab Bandung.

Kerusakan tanggul sungai yang melewati Kecamatan Majalaya dan Paseh jebol tersebut sudah sejak dua tahun yang lalu. Tanggul jebol diakibatkan oleh hantaman air yang sangat kuat mengalir dari hulu sungai ke hilir. Akibatnya jika hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut, air meluap dan bencana banjir ke pemukiman warga tak terelakan.

Lilis (56) warga setempat mengatakan rumahnya terancam tergenangi banjir kembali jika tanggul sungai tersebut tidak kunjung diperbaiki.

“Terancam kebanjiran lagi rumah milik saya, pasalnya air yang seharusnya mengalir ke aliran sungai karena tanggul jebol jadi meluap ke pemukiman warga,” katanya di Kampung Sukasari RW 09, Desa Mekarpawitan, Kecamatan Paseh, Kabupaten Bandung, Senin (2/10/2017).

Tanggul sungai yang dipenuhi rumput liar sekitar sepanjang 10 meter rusak, sehingga aliran sungai terbagi menjadi dua, ke lahan pesawahan dan aliran sungai. Jika volume air dari hulu ke hilir besar, air di lahan persawahan itu meluap ke pemukiman warga. Lilis mengungkapkan, banjir di wilayahnya memang sudah berlangsung lama, akibat sedimentasi sehingga Sungai Tarikolot menjadi dangkal dan menyempit. Namun setelah tanggul jebol, banjir ke kampungnya lebih parah.

“Kalau banjir, kedalamannya bisa mencapai pinggang orang dewasa. Sebelumnya hanya di jalan gang saja banjirnya, jarang masuk ke rumah warga,” ungkapnya.

Selain itu Lilis juga menyebutkan jika banjir melanda, barang-barang yang ada di dalam rumahnya tergenangi banjir. Selain itu tembok rumah dan barang-barang rumah tangga rusak akibat banjir.

“Lemari, kasur, kursi, pintu, tembok rusak akibat terendam air. Kalau tidak segera diperbaiki ya saya pasrah aja jika nanti jadi korban banjir lagi,” jelasnya.

Banjir mengancam ratusan rumah dengan korban 500 KK yang berada di dua RW, 09 dan 14 Kampung Sukasari, Desa Mekarpawitan, Kecamatan Paseh, Kabupaten Bandung. Warga lainnya Eka Kartika (24) berharap kepada Pemkab Bandung untuk segera memperbaiki tanggul sungai tersebut. “Mumpung belum masuk musim hujan, saya harap kepada Pemkab Bandung untuk segera memperbaiki tanggul tersebut agar tidak banjir-banjir lagi,” pungkasnya.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *