Polres Kota Bekasi Razia Dan Temukan Pil PCC

Nanostringsprint.com – Para petugas yang tergabung dari Polres Metro Bekasi melakukan razia obat ke berbagai apotek dan toko obat yang ada di Bekasi. Dalam razia tersebut, polisi berhasil menemukan 10 butir pil PCC yang akhir-akhir ini sedang merebak luas beritanya karena membahayakan jika dikonsumsi.

Operasi obat ini dilakukan pada 15-19 September 2017. Polres Metro Kota Bekasi bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kota Bekasi menyita obat keras dan obat kedaluwarsa berbagai merek.

“Operasi cipta kondisi, kita lakukan razia bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Badan Pengawas Obat dan Makanan Kota Bekasi. Selama seminggu ini, kita mendapatkan hasil razia sebanyak 13.143 butir obat berbagai merek dan dijual tidak menggunakan resep dokter. Ditemukan obat yang kedaluwarsa dan bahkan ada obat keras yang dilarang untuk diperjualbelikan secara bebas,” ujar Wakapolres Metro Kota Bekasi AKBP Wijonarko di Mapolres Metro Kota Bekasi, Jumat (22/9/2017).

Saat dilakukannya razia tersebut, polisi berhasil menemukan satu orang tersangka yang didapati membawa pil PCC yang berjumlah 10 butir.Pelaku yang berinisial M tersebut juga membawa satu buah airsoft gun jenis pistol dan diamankan sekitar pukul 04.00 WIB di Jl Ahmad Yani, Kota Bekasi.

Selain itu, saat melaksanakan operasi pada Senin (18/9), polisi mengamankan satu orang yang terkena razia kedapatan membawa 10 pil PCC. Pelaku atas nama M. Coi juga kedapatan membawa satu buah airsoft gun jenis pistol dan diamankan sekitar pukul 04.00 WIB di Jl Ahmad Yani, Kota Bekasi.

“Kita melakukan operasi cipta kondisi di jalan dan pada saat itu kita mendapatkan satu orang pelaku membawa 10 butir pil PCC. Di samping itu, kita melakukan penggeledahan kepada yang bersangkutan, ternyata kita dapatkan satu airsoft gun, enam butir peluru SS1, dua butir peluru revolver, dan delapan butir peluru gotri airsoft gun,” ujar Wijonarko.

Pelaku mengaku mendapatkan pil tersebut dari temennya yang telah membelinya lewat online. Saat ini polisi masih mendalami kasus tersebut. Wijonarko menjelaskan pasal yang disangkakan terhadap pelaku adalah Pasal 196 UU No 36 Tahun 2009 tentang kesehatan, Pasal 197 UU RI No 36 Tahun 2009 tentang kesehatan, Pasal 62 UU No 5 Tahun 1997 tentang psikotropika, serta UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951 tentang kepemilikan dan penggunaan senjata api tanpa hak.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *