35 Orang Resahkan Warga Baturaden Akhirnya Diamankan

Nanostringsprint.com – Sekelompok orang yang tidak tahu berasal dari mana dan berjumlah 35 orang akhirnya diamankan oleh pihak kepolisian Banyumas. Dalam beberapa waktu akhir-akhir ini warga setempat curiga dengan adanya perkumpulan orang yang tidak mereka kenal berada di sekitar lingkungan setempat.

Polisi sudah menyatakan kelompok tersebut melakukan kegiatan mencurigakan dan juga sempat membuat resah warga di Bukit Cendana, Baturraden.

“Ada sekelompok orang yang diamankan, memang berdasarkan laporan warga, kelompok ini meresahkan. Awalnya warga curiga, ada sekolompok orang menitipkan sepeda motor namun setelah melewati batas waktu yang dijanjikan, mereka tidak kembali,” kata Kapolres Banyumas AKBP Azis Andriansyah, Kamis (21/9/2017).

Warga mearas resah dan juga curiga hingga akhirnya melaporkan kejadian tersebut kepada polisi. Petugas yang datang langsung melakukan penggeledahan dan menemukan beberapa barang yang mereka bawa.

Dari penggeledahan tersebut, polisi menemukan beberapa benda di antaranya senjata tajam, poster bertuliskan menolak Perpu Ormas juga bendera hitam bertuliskan kalimat tauhid.

“Tapi mereka mengakui, atribut itu milik personal yang membawa dan tidak ada instruksi untuk membawa benda-benda tersebut dari koordinator. Hanya inisiatif pribadi masing-masing peserta saja,” jelasnya.

Kapolres menjelaskan, ajakan untuk berkumpul tersebut awalnya merupakan ajakan seseorang bernisial R melalui pesan singkat. Jumlah awal yang berkumpul hanya 7-8 orang, hingga akhirnya menjadi 35 orang.

“Karena ada yang ikut dengan inisiatif sendiri sehingga berkumpul 35 orang di tempat tersebut. Mereka mengaku, kegiatan hanya dalam rangka menyambut tahun baru Hijriah,” jelasnya.

Dia mengungkapkan, dari keterangan salah satu anggota kelompok tersebut, kegiatan yang dilakukan adalah untuk melaksanakan tahfidz Quran. Namun pihaknya juga masih menyelidiki kaitan kelompok tersebut dengan organisasi tertentu.

“Masih kami selidiki antara keterkaitan kelompok ini dengan ormas yang sudah dilarang. Kami akan meminta keterangan anggota kelompok, satu per satu, jika terbukti melanggar KUHP atau lainnya akan kami tindak tegas sesuai hukum yang berlaku,” ujarnya.

Sementara menurut Kasmo (32), salah satu peserta mengatakan jika dirinya masih tidak tahu alasan polisi mengamankan dirinya dan teman-temannya. Setahu dia, kegiatan yang dilakukan tersebut hanya kemah bersama.

“Kami hanya melakukan kegiatan camping bersama saja, sambil membaca Alquran. Apa salahnya orang camping kok kami ditangkap, kecuali kalau kami melakukan tindakan kriminal. Senjata tajam yang kami bawa untuk keperluan kegiatan di alam,” ujarnya.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *