Rencana Pembebasan Lahan Proyek KAI Solo

Nanostringsprint.com – Target pembangunan jalur Kereta Api yang akan menghubungkan Stasiun Balapan Solo dengan Bandara Adi Soemarmo Boyolali rencana pembebasan lahan yang akan rampung pada bulan November tahun depan.

Hal tersebut dmenjadi pokok pembahasan dalam rapat Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi di Terminal Tirtonadi Solo, Minggu (30/7/2017). Peserta yang ikut menghadiri rapat tersebut antara lain, para jajaran Pemerintah Kota Surakarta, PT Angkasa Pura I Bandara Adi Soemarmo dan PT KAI.

Dalam jumpa pers, Budi Karya mengatakan lahan yang harus dibebaskan merupakan milik Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), TNI AU dan warga. Pembebasan lahan milik warga akan diserahkan oleh pemerintah daerah setempat.

“Setelah pembebasan lahan, kita akan lakukan konstruksi. Kita harapkan pembebasan tanah sampai konstruksi selesai November 2018. Masalah pembebasan lahan kita minta bantuan Pemda,” ungkap Menhub.

Adapun proyek tersebut diprediksi menghabiskan dana Rp 900 miliar. Proyek dikerjakan oleh konsorsium BUMN yang terdiri dari PT KAI, PT Angkasa Pura I dan PT Pembangunan Perumahan.

Berdasarkan data Kemenhub, ada 7,5 hektare lahan warga yang harus dibebaskan. Lahan tersebut terdiri dari 472 bidang di Boyolali dan 98 bidang di Solo.

Wali Kota Surakarta, FX Hadi Rudyatmo, yang juga mengikuti rapat, mengatakan lahan di Solo berada sepanjang Kelurahan Kadipiro hingga ke Stasiun Balapan. Dia berjanji tidak akan asal menggusur warga yang terdampak proyek.

“Soal penertiban pembebasan lahan, ada garis sempadan rel yang akan dipakai untuk double track. Kita bereskan secara kemanusiaan, tidak asal gusur,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Prasarana Ditjen Perkeretaapian Kemenhub, Zulfikri, memaparkan jalur KA nantinya juga akan dibangun berdampingan dengan jalan tol Solo-Kertosono.

“Jalur akan kita bangun di atas permukaan tanah. Juga akan ada terowongan karena jalur berpotongan dengan interchange jalan tol. Kemudian akan kita bangun dua jembatan di situ,” kata Zulfikri.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *