Cuaca Buruk Berdampak Petani Garam Gagal Panen

Nanostringsprint.com – Cuaca yang saat ini tiodak menentu seperti 3 hari tearkhir ini hujan turun setiap pagi hari mengakibatkan para petani garam merugi. Akibat dari cuaca buruk tersebut para petani gagal panen. Kerugian yang diduga hampir mencapai puluhan juta rupiah.

Tak hanya sedikit para petani yang rugi karena cuaca yang tak bisa diduga. Meski saat ini harga garam sedang mahal-mahalnya, para petani memilih untuk melakukan panen dini. Hal tersebut untuk mengantisipasi kegagalan panen yang membuat kerugian akan semakin banyak.

Salah satu petani garam bernama Jayadi (68), warga desa Gisik Cemandi Kecamatan Sedati mengaku karena sering turun hujan, khususnya di pagi hari para petani garam merugi ratusan juta rupiah.

“Karena cuaca kurang mendukung, kami para petani garam di Sedati saat ini masih rugi ratusan juta rupiah,” kata Jayadi di lokasi tambak lahan penggarapan garam, Senin (31/7/2017).

Jayadi menjelaskan seringnya turun hujan para petani terpaksa panen dini. Untuk hasil maksimal, menurut Jayadi, membutuhkan waktu 15-20 hari untuk menjadikan garam dengan hasil maksimal. Tiap satu kotak, biasanya para petani menghasilkan 200 sak. Namun karena panen dini menghasilkan garam 30 sak saja. Dan panen dini pun waktunya 3-5 hari.

“Para petani terpaksa melakukan panen dini, ini dilakukan terpaksa dari pada tidak mendapatkan hasil sama sekali,” jelas Jayadi.

Dia menambahkan, tahun lalu harga garam per sak Rp 35 ribu. Sedangkan tahun ini harga garam per sak bisa mencapai Rp 200 ribu. Sayang karena cuaca belum mendukung meski harga selangit, garam sulit di pasaran.

“Harga garam saat ini mahal, namun para petani masih belum maksimal mendapatkan hasil panennya, karena ada hujan akhirnya gagal panen,” jelasnya.

Hal senada diungkapkan Mastukah (58), petani garam lainnya. Mastukah mengaku karena hujan melanda di wilayahnya, hasil panen tidak mendapat banyak. “Yang biasanya satu kolom mendapatkan 180 hingga 200 sak, dengan adanya hujan, petani garam hanya panen 30 hingga 28 sak,” tegas Mastukah.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *