Stok Garam Menipis, Warga Jatim Semakin Kewalahan

Nanostringsprint.com – Kelangkaan garam yang terjadi di wilayah Jawa Timur semakin memarah. Pasalnya pusat produksi garam yang berada di Desa Kalibuntu, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, stoknya sudah mulai menipis dari sebelum bulan puasa lalu.

Kelompok tani garam di Desa Kalibuntu ini menjadi sentral produksi garam. Beberapa daerah di Jawa Timur, seperti Ponorogo, Jember, Banyuwangi, Lumajang Tuban, dan Probolinggo sendiri, mengambil garam di situ.

Para petambak garam Kalibuntu hanya bisa memenuhi pesanan garam sesuai hasil panen yang ada. Dan kelangkaan garam saat ini disebabkan faktor cuaca yang tak mendukung. Saat ini harga garam ditingkat petani garam mencapai Rp 3.200 per kilogram.

Suparyono, ketua kelompok tani garam Desa Kalibuntu, mengatakan, keterbatasan stok alias kelangkaan garam di sejumah daerah di Jawa Timur, karena banyaknya pesanan garam dari beberapa daerah. Namun, pihaknya sendiri tidak bisa memenuhi seluruh permintaan garam tersebut. Mengingat, cuaca beberapa waktu terakhir tidak mendukung produksi garam.

“Harga garam memang sekarang tinggi. Yang awalnya naik jadi Rp 2.500. sekarang harga garam sampai Rp 3.200. Bahkan, di daerah lain ada yang sampai harga Rp 4.000. Stok di sini sangat terbatas, karena adanya cuaca yang tidak mendukung. Jadi saat ini kami tidak bisa memnuhi permintaan itu,” kata Suparyono, Rabu (19/7/2017)

Sejauh ini lanjut Suparyono, untuk sedikit menutupi banyaknya permintaan dari luar daerah, pihaknya menggunakan sistem tambak geomembran. Hasilnya, lumayan bagus dan bisa cepat panen. Ukuran satu petaknya 12 x 30 meter dan 12 x 50 meter.

“Dari lima petak itu untuk saat ini sekali panen bisa menghasilkan 3-4 ton. Biasanya, kelompoknya bisa menghasilkan 7-9 ton sekali panen. Menggunakan geomembran biasanya panen saat usia 7 hari, kadang 5 hari sudah dipanen. Karena pesanan dari luar daerah banyak,” tegasnya.

Sementara itu, secara terpisah Deddy Isfandi, Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Probolinggo, membenarkan, bahwa kelangkaan produksi garam memang terjadi utamanya di Kabupaten Probolinggo dan sekitarnya. Dan itu akibat pengaruh cuaca buruk di tahun kemarin.

“Hasil panen garam di tahun kemarin rendah. Akibatnya, stok garam tahun kemarin tidak sampai tahun ini. Musim tahun ini cuaca juga lebih buruk, sehingga produksi garam terbatas,” ujar Dedy.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *